by

Ribuan Ton Beras Busuk di Gudang Bulog

Foto ist

Yopi S, Anggota DPRD OKU, gabungan lintas komisi sedang melakukan Sidak di Gudang Bulog di Martapura, OKU Timur, Senin (4/2).

**DPRD OKU Sidak ke Gudang Martapura

BATURAJA-Terkait 6000 ton beras busuk dan kutuan yang ditemukan oleh tim Serapan Gabah (Sergab) TNI AD di beberapa waktu lalu, anggota DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) lintas komisi mendatangi Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) OKU yang terletak di Terukis Rahayu, Martapura, OKU timur Senin siang (4/2).

Saat masuk ke dalam gudang penyimpanan beras, anggota DPRD OKU kaget bukan kepalang melihat kondisi beras.

“Masya Allah, zolim Bulog ini. Masih banyak masyarakat yang kurang mampu di OKU Raya ini. Sedangkan Bulog membiarkan beras ini membusuk saja di gudang, zolim ini,” cetus anggota Komisi I DPRD OKU, Yopi Sahrudin.

Terlihat kondisi beras sudah busuk, kutuan serta sudah menjadi bubuk. “Alangkan sayangnyo barang (beras,red) sebanyak ini dibiarkan membusuk,” Kata Yopi menyayangkan.

Pantauan di lapangan, tampak di dalam gudang tersebut terdapat ribuan ton tumpukan karung beras yang telah usang berdebu dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat, bahkan terdapat banyak ribuan kutu beras yang berterbangan hingga menutupi karung beras. 

Tampak diantara tumpukan karung beras tersebut tertulis beras turun mutu. “Kalo ini bukan turun mutu lagi, ini hancur mutu namonyo,” geram Yopi.

Politisi partai Demokrat ini mengaku prihatin, marah dan kesal dengan temuan beras yang bukan lagi turun mutu tapi rusak berat tersebut. “Belum lagi anggaran yang disia-siakan oleh pihak Bulog dengan tertimbunnya beras ini,” tambah Yopi

Kedepan, Yopi menambahkan akan segera memanggil pihak Bulog untuk dimintai pertanggungjawabannya.

“Kita mau cari tahu apa penyebabnya beras tertimbun sebanyak ini. Bulog harus bertanggung jawab. Kenapa beras tahun 2015 masuk seperti ini, kita ingin tahu bagaimana proses pengadaannya, kenapa bisa seperti ini,” Pungkasnya.

Sementara itun, Muksin, kepala Gudang I Bulog Terukis Rahayu saat diwawancarai awak media mengatakan, di gudang Bulog Terukis Rahayu ada 3.000 ton beras tahun 2015 dan 200 ton gula tahun 2018. Beras ini sendiri waktu pembeliannya dengan mitra bulog FH dan BR seharga seharga Rp, 8000.

“Lebih jelasnya silahkan tanya dengan Kepala Bulog saja, saya hanya bertugas menjaga gudang,” katanya.

Mukhsin membenarkan adanya 6000 ton beras busuk, yang terletak di beberapa gudang milik Bulog.

“Untuk disini hanya 3000 ton, sisanya ada di gudang Belitang dan gudang lainnya,” katanya.

Di gudang Martapura ini, bukan hanya 3000 ton beras saja tertimbun membusuk, anggota DPRD OKU juga menemukan 200 ton gula pasir yang sudah kadaluarsa.
Beberapa waktu lalu sebagian wartawan sudah mendatangi kantor Bulog di Baturaja dan bertemu dengan kepala Bulog,

Sementara itu, Januari lalu, Tim Sergap Mabesad, Rabu (23/1), diketahui memeriksa gudang Bulog di Kabupaten OKU Timur milik Bulog Sub Divre Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). 

Dalam pemeriksaan yang didampingi oleh Dandim 0403 OKU tersebut tidak ditemukan hal-hal yang berbentuk pelanggaran.

Namun tim Sergap mendapati ada ribuan ton beras rusak dan bahkan sudah berbau busuk di lokasi gudang tersebut. 

Dandim 0403, Letkol Arm. Agung Wisoso saat dikonfirmasi membenarkan adanya tim dari Mabesad turun untuk memeriksa gudang milik Bulog tersebut

“Memang ada tim Sergap langsung dari Mabesad datang untuk memeriksa. Terkait beras busuk, itu beras tahun 2015 lalu yang tinggal menunggu lelang saja. Tidak ada masalah dengan beras tersebut, lagian juga masalah beras busuk ini sudah ada tersangkanya dan sudah dipenjara,” kata Dandim

Kepala Sub Divre Bulog OKU, Deni Laksana Putra saat dikonfirmasi Kamis (24/1) membenarkan jika ada 6000 ton beras busuk tertimbun di gudang Bulog. 

Kata Deni beras tersebut memang masih dalam proses lelang. Namun Deni mengatakan pihaknya masih tersandung dengan aturan mainnya.

“Kita ingin proses lelang ini nanti tidak ada orang sini yang ikut lelang, biarkan orang luar saja yang ikut lelang, tapi khusus untuk dijadikan pakan ternak saja nantinya,” kata Deni

Deni menganggap jika orang sini yang ikut lelang dan bahkan menang dalam lelang tersebut, maka beras yang tidak layak itu bisa jadi kembali masuk ke dalam gudang Bulog. 

Dalam artian, beras tersebut bakal dioplos lagi dengan beras bagus yang otomatis bakalan masuk lagi pasti ke gudang Bulog. (win/pur)

Berita Lainya