by

Polisi Kembalikan Harta Korban

FOTO : CLAUDEO/OKUTPOS
SERAHKAN : Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade didampingi Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Arif Usman dan Kanit Pidum IPDA Alimin saat menyerahkan barang bukti harta benda kepada korban perampokan.

**Kasus Dihentikan

MARTAPURA- Masih ingat dengan kasus perampokan sarang burung wales yang terjadi kediaman korban Sumarno (48), warga RT 03, Kampung 3 Desa Persiapan Wono Dadi Asri, Kecamatan Buay Madang Timur. Kini kasusnya telah di hentikan (Sp3) oleh Satreskrim Polres OKU Timur.
Mengingat, keempat pelaku perampokan tersebut bernama Saipulloh (43), Warga Desa Rowodadi, Kecamatan Buay Madang Timur dan Trjatno (40), Muasar (46), Samsul (43), warga Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung tewas dalam baku tembak dengan team Shadow Walet (SW) Polres OKU Timur, Senin (7/1) sekitar pukul pukul 02.00 pagi lalu.

“Barang bukti harta benda milik koran sudah dikembalikan termasuk barang barang yang diambil oleh pelaku seperti dua unit sepeda motor honda beat dan honda mega pro, lima kilo sarang walet, satu kantong besar burung walet, satu buah cincin emas, satu pasang anting sudah kita kembalikan, penyerahan barang bukti ini dilakukan di depan Mapolres OKU Timur,” kata Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya, Selasa (22/1).

Sedangkan barang bukti milik para pelaku berupa tiga pucuk senjata api rakitan warna crome bergagang kayu warna hitam, 13 butir peluru caliber 5,56 MM, tiga selongsong peluru caliber 5,56 MM. Satu bilah pisau, satu bilah samurai, satu buah linggis, lima buah jimat akan dilaporkan ke Mapolda Sumatera Selatan untuk dilakukan pemusnahan.

“Keempat pelaku ini saat melakukan perampokan memakai jimat kulit macan, kuningan dibalut kain putih,” jelasnya.
Sempat diberikan sebelumnya, Empat Perampok rumah walet bernama Saipulloh (43), Warga Desa Rowodadi, Kecamatan Buay Madang Timur dan Trjatno (40), Muasar (46), Samsul (43), warga Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung tewas dalam baku tembak dengan team Shadow Walet (SW) Polres OKU Timur, Senin (7/1) sekitar pukul pukul 02.00 pagi.

Kejadian tersebut terjadi di kediaman korban Sumarno (48), warga RT 03, Kampung 3 Desa Persiapan Wono Dadi Asri, Kecamatan Buay Madang Timur dengan berdasarkan Laporan Polisi yang tertuang LP – B / 0I / I /2019/SUMSEL/OKUT/Sek BMT. Tanggal 7Januari 2019.

Informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, saat itu korban sedang tertidur tiba tiba terdengar suara dobrak pintu belakang yang di lakukan empat orang pelaku dengan menodongkan senpi ke arah korban pelaku langsung meminta perhiasan yang di pakai korban. Tak hanya itu pelaku juga meminta korban untuk menunjukkan tempat nyimpan uang dan sarang burung walet serta mengambil sepeda motor milik korban jenis Honda Beat dan Honda Megpro kemudian pelaku kabur membawa sepeda motor milik korban ke arah BK 6.

“Mendapatkan informasi ini Teamsus Polres OKU Timur dan Polsek Buay Madang Timur melakukan pengejaran dengan menutup semua akses jalur kabur para pelaku ini. Personil kita sempat terjadi baku tembak dengan para pelaku. keempat pelaku ini terpaksa ditembak mati oleh Team karna sudah membahayakan petugas dan juga melakukan perlawanan,” tegas Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade didampingi Kapolsek Buay Madang Timur IPTU Arif Usman dan Kanit Pidum IPDA Alimin pada Press Realease di Ruang Jenazah Rumah Sakit Umum (RSUD) Martapura.

Dari tangan para pelaku, Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya, tiga pucuk senjata api rakitan warna crome bergagang kayu warna hitam, 13 butir peluru caliber 5,56 MM, tiga selongsong peluru caliber 5,56 MM.
“Kemudian satu unit sepeda motor honda beat, dua bilah pisau, satu bilah samurai, satu buah linggis, satu unit sepeda motor honda mega pro, satu buah Ipad, empat buah Hanphone , lima kilo sarang walet siap jual, satu kantong besar burung walet palsu, satu buah cincin emas, satu pasang anting, lima buah jimat dan satu pasang sandal,” jelasnya.

Dikatakan, untuk pelaku Saifuloh, yang merupakan satu- satunya putra daerah dalam kawanan ini, merupakan residivis kambuhan kasus Curas dan penadah, baru keluar dari penjara. Kemudian melancarkan aksi lagi dengan kawanannya. “Korban diancam dengan Senpi dan Sajam, ada tersanngka yang juga terlibat dalam kasus kejahatan di Riau dan Jambi,” tambah Kapores.

Sementara dari pengakuan keluarga korban bernama Herwan (30), warga RT 03, Kampung 3 Desa Persiapan Wono Dadi Asri, Kecamatan Buay Madang Timur mengatakan, setelah para pelaku mendobrak pintu rumah. Dirinya diancam menggunakan senpi oleh para pelaku tepat dikepala.

“Saya ditodong oleh pelaku menggunakan senpi, tak hanya itu semua keluarga saya yang laki –laki semuanya diikat oleh para pelaku ini,” katanya.
Sedangkan dari pengakuan Kades Wono Dadi Asri Turmuli mengatakan, saat itu sekitar pukul 2.00 dini hari dirinya dibangunkan oleh warga dengan mentabur kentongan dan teriakan maling speker pengeras masjid karena ada kejadian perampokan.

“Untuk kerugian materi karena kejadian tersebut diperkirakan 145 juta. Didesa ini relatif aman dan jarang terjadi aksi pencurian. Bahkan pos kamling memang sudah kita sediakan sejak dulu untuk mengantiasipasi aksi pencurian,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos, MSi menyatakan, pemkab sangat mendukung tindakan tegas Polres dalam memberantas kejahatan. “Inikan merupakan hasil kerja keras seluruh pihak terutama kepolisian,” pungkasnya. (clau)

Berita Lainya