oleh

Pertaganik, Berdayakan Lahan Pekarangan dan Sumberdaya Alam Sekitar

foto/purwadi

KWT Sari Tani sedang memaparkan proses pemanfaatan lahan pekarangan untuk Pertanian Toga Organik.

Masyarakat tani di Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk bertanam sayuran dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dengan sistem organik. Mereka berkelompok mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari Pertamina EP Asset 2 Limau Field yang bekerjasama dengan Lembaga Organik Carios dari Jawa Barat. Bagamana bentuk dan teknik pembinaannya? Berikut laporannya.

————————
PURWADI-OKU TIMUR POS
————————

Penulis dan rombongan berangkat dari kantor SKK Migas di Palembang menuju Kota Prabumulih, Selasa pagi (1/10). Kami berksempatan mengunjungi Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Prabumulih, sebagai desa binaan Pertamina EP Asset 2 Limau Field Prabumulih. Mengendarai bus Yoanda, kami meluncur ke Prabumulih.

Desa binaan ini rupanya berada di perbatasan Kota Prabumulih dengan Kabupaten Muaraenim kira-kira 25 Km dari pusat kota. Begitu masuk desa suasananya seperti kawasan transmigrasi. Meski dimusim kemarau masih bisa dirasakan desa ini terlihat begitu asri. Jalan Kabupaten yang kanan kiri ada perkebunan sawit berumur diatas 20 tahun dan kebun karet.

Begitu tiba di lokasi, Pos 1 rupanya suasana sudah ramai. Sebagian besar ASN di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih, camat dan rombongan sudah berada di lokasi. Ternyata di hari yang sama ketika kami kunjungan lapangan (field trip) agendanya adalah launching program Pendampingan Pertaganik.

Walikota Prabumulih yang diwakili Wakil Walikota, Andriansyah Fikri, SH dan rombong yang meresmikan program itu. Ada juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Prabumulih Hj. Suryanti Ngesti Rahayu Ridho Yahya, SKM. Acara dipusatkan di lokasi Pos 2, tepatnya KWT (Kelompok Wanita Tani) Karya Bersatu dan KWT Sari Tani.

Untuk diketahui, di Desa Karya Mulia ada tujuh kelompok tani, yakni Kelompok Pria Tani (KPT) dan KWT. Setiap kelompok ada 10 sampai 20 orang ibu rumah tangga atau bapak-bapaknya. Seperti kelompok yang penulis dan rombongan datangi adalah KWT Sari Tani dan Karya Bersatu. Setiap kelompok hampir bisa dipastikan memiliki satu rumah semi bayang beratap dan bertutupkan waring sebagai rekayasa iklim pendukung untuk perkembangan tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga).

Lokasi KWT Sari Tani berada di pekarangan rumah penduduk

PERTAGANIK (Pertanian dan Toga Organik) inilah program pendampingan oleh KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama dan SKK (Satuan Kerja Khusus) minyak dan gas (migas). Pertamina EP Asset 2 Limau Field bekerjasama dengan Lembaga Carios (Ceria Rindang Organik Sejahtera) dari Jawa Barat. Lembaga tersebut khusus melayani jasa pendampingan soal pertanian organik. “Kita (Lembaga Carios) sudah beberapa kali mendapatkan program yang sama. Sebelumnya kita pernah menggarap program organik di Jambi,” ujar Nurkholik, tenaga Pendamping Pertaganik ini.

Mereka bekerjasama dengan Pertamina EP Asset 2 Limau Field sejak April 2019. Tujuannya adalah memberikan jasa pendampingan seputar pertanian organik, khususnya untuk di Desa Karya Mulia mengenai Pertanian Tanaman Keluarga Organik. “Semua bahan-bahan pupuk diambil dari pupuk kompos yakni campuran kotoran hewan seperti kambing dan ayam dicampur dengan tumbuhan difermentasikan. Begitu juga untuk memberantas hama menggunakan tumbuhan seperti brotowali, gadung dan lain -lain,” papar Nurkholik yang berdua dengan Dadan Sudartik, sebagai tenaga pendamping.

KWT Sari Tani juga mengembangkan sayuran darat dengan sistem organik seperti kangkung dan bayam.

Menurut penulis, Desa Karya Mulia memang cukup refresentatif menerima program Pertaganik ini. Desa ini termasuk dalam program Transmigrasi Plasma Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Kebun Kelapa Sawit milik PT. P Nusantara VII ini cukup mendukung program Pertaganik. Kawasan ini banyak ternak kambing dan sapi.

Desa Karya Mulia sudah hampir tujuh bulan ini menerima CSR Pertamina Asset 2 Limau Field dapam bentuk memfasilitasi tenaga pendampingan Program Coorporate Sosial Responsbility (CSR) sejak menjadi desa binaan. Kesan pertama memasuki Desa Karya MulIa, Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih memang terasa beda.

Desa yang dikelilingi kebun karet dan hutan ini tampak tenang. Masyarakat di desa ini sudah memiliki daya dukung untuk memanfaatkan lahan di rumah menjadi produktif. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk Taman Obat Keluarga (TOGA) masyararakat desa Karya Mulia sudah bisa membantu untuk pengobatan keluarga metode herbal.

Menurut pengakuan sejumlah masyarakat, sejak adanya program ini mereka tidak lagi membeli obat ke warung, mereka memamfaatkan tanaman itu sebagai obat herbal. “Sekarang kami jarang ke warung, kalau sakit demam- demam lainya cukup minuman tanaman herbal. Karena obat obatan sudah tersedia di halaman rumah kami. Selain itu buah-buahan segar juga ada semuanya mengunakan organik,” ujar Nurjanah anggota kelompok wanita tani (KWT) Sari Tani.

Tenaga Pendamping Program Pembinaan CSR Pertamina EP Asset 2, Nurkholik, menjelaskan program CSR ini memanfaatkan potensi lahan menjadi kawasan pertagonik (pertanian dan toga organik). Menurutnya, sasaran konsep CSR melalui kelompok tani dan kepala keluarga rumah tangga. “Terdapat tujuh kelompok tani dengan pola pengembangan pertagonik,” ujar Nurkholik.

Dari awal program pihak pertamina membantu pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani dan Ibu-ibu rumah tangga. Salah satu kelompok wanita tani yang beberapa kali mewakili Sumsel ke tingkat nasional dalam lomba penanaman toga yaitu KWT Karya Bersatu, Desa Karya Mulia, Kecamatan Rambang Kapak Tengah. Beberapa tanaman yang dibudidayakan kelompok wanita tani di desa ini, kangkung organik, bunga rosela yang dimanfaatkan jadi jus, dan tanaman obat lainnya.

Tanaman bebas zat kimia ini karena menggunakan pupuk dari pengolahan sendiri. Ketua KWT Karya Bersatu Ibu Sayoto, menjelaskan dengan bantuan CSR Pertamina makin meyakinkan anggota KWT dalam memanfaatkan lahan dan sekaligus tujuannya memperkuat ekonomi keluarga.

KWT Karya Bersatu bersebelahan dengan KWT Sari Tani.

Saat ini penghasilan keluarga tidak bergantung dari hasil produksi karet saja, dengan hasil toga dan sayuran ini makin meningkatkan pendapatan. Karena dari produksi toga dan sayuran tidak lagi harus membeli dan otomatis membantu ekonomi keluarga.

“Melalui kelompok wanita tani ini penghasilan bisa mencapai Rp 200 ribu per minggu ,”jelas Ibu Sayoto.

Dikatakan Nurkholik, Pendamping KWT Sari Tani, mereka mengharapkan agar PT Pertamina selalu memberikan perhatian, bimbingan dan penyuluhan dalam bercocok tanam. Menurutnya sejak adanya pelajaran dan penyuluhan yang diberikan sejak 2019, di Kelompok Sari Tani ini dapat memberikan manfaat banyak bagi masyarakat Desa Karya Mulia. Sehingga terbentuklah KWT Sari Tani yang beranggotakan 17 orang.

KWT Karya Bersatu di sebelah KWT Sari Tani.

“Memang lahan ini milik pribadi, namun kini kita kelola berkelompok. Alhamdullilah, sudah ada hasilnya. Sekitar 125 jenis tanaman dan 655 batang tanaman sedang berkembang. Disini kita masih menggunakan sistem manual, pupuknya pun kita buat sendiri. Walau sekarang terkendala dengan air, namun kami tetap berusaha melakukan yang terbaik,” ungkap anggota KWT Sari Tani Nissa, yang didampingi beberapa rekannya Suparmi, Sugiarti, Linda dan Nurjanah.

Sejak keberhasilan tanaman kelompok KWT Sari Tani, masyarakat tidak perlu lagi mencari obat ke warung.”Saya selaku penyuluh dan pembimbing KWT Sari Tani cukup berbangga. Pertanian Sehat, Ramah Lingkungan, Berkelanjutan (PSRLB) dapat diciptakan. Mereka memanfaatkan lahan dengan cukup baik. Walau terkendala dalam pembuatan kompos, yang kini masih manual dan menggunakan dana yang tidak sedikit, mereka masih patungan per minggu,” ujar Nurkholik serius.

Harapan ke depan, kata Nurkholik, mereka akan bisa menambah penghasilan keluarga. “Bisa maju lagi. Bisa menghasilkan, bisa menambah penghasilan rumah tangga dan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Dalam kunjungan ke kelompok KWT Sari Tani rombongan wartawan berjumlah 9 orang tergabung kelompok 2 disuguhi minuman warna merah tanaman bunga air Orsela. Minuman olahan kulit rosela ini yang dapat mencegah berapa penyakit dan dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan berat badan, mengatasi infeksi dan peradanga dan lainnya.

Wakil Walikota Prabumulih, Andriansyah Fikri, SH ketika melaunching Program Pertaganik CSR Pertamina EP Asset 2 Limau Field

Dalam kujungan FJM (Forum Jurnalis Migas) ke Desa Karya Mulia, Walikota Kota Prabumbulih melalui wakilnya Andriansyah Fikri meresmikan Kawasan pertaganik (pertanian dan toga organik) PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field. Pemkot Prabumulih menyambut baik dan menyiapkan desa Karya Mulia ini sebagai percontohan kawasan pertaganik . Andriansyah juga berharap melalui bantuan Pertamina akan memotivasi warga yang ada ide kreatif memanfaatkan lahan untuk ekonomi keluarga.

Sebelumnya kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Adiyanto Agus Handoyo dalam sambutannya mengatakan, dengan field trip ini bisa menimbulkan keakraban dan keeratan serta komunikasi bisa berjalan dengan baik.

“Dengan Field Trip bisa membawa teman-teman media untuk bisa langsung melihat bagaimana kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) dalam kapasitasnya sebagai operator di wilayah kerjasama bertanggung jawab terhadap pengembangan program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya di kantor SKK Migas, gedung Bank Sumsel Babel, Lantai 5, Jalan Gubernur H. Bastari saat melepas keberangkatan FJM ke Prabumulih dan ke Kabupaten Banyuasin. (**)

Berita Lainya