oleh

OKU Timur Siap Bersaing Pasok Bawang Merah

FOTO : DWIRATNO/OKUTPOS

PANEN : Terlihat Bupati saat melakukan panen bawang merah di Desa Karang Endah Kecamatan Semendawai Suku III.

 

SEMENDAWAI SUKU III – Bupati OKU Timur HM Kholid MD bersama kepala OPD, seluruh camat, TNI dan Polri melaksanakan kegiatan Panen Bawang Merah di Desa Karang Endah Kecamatan Semendawai Suku III. Orang nomor satu di Bumi Sebiduk Sehaluan ini sangat bangga dan bahagia karena petani OKU Timur mampu menghasilkan bawang merah yang akan bersaing di pasar lokal dan regional. Demikian diungkapkan Kholid usai panen bawang merah, Selasa (5/11/2019).

 

Untuk diketahui di OKU Timur terdapat 34 hektar bawang merah yang tersebar di 20 lokasi di OKU Timur. Ini merupakan tindakan  uji coba.

“Alhamdulillah hasil bawang merah yang diperoleh cukup lumayan bagus dan prospek bawang merah cukup menjanjikan di OKU Timur ini. Selain itu OKU Timur juga siap bersaing dengan kota-kota lain pemasok bawang merah di Indonesia,” terang HM Kholid MD Bupati OKU Timur usai melakukan panen Bawang Merah.

Berdasarkan hasil ubinan yang telah di hasilakan petani bawang merah di Desa Karang Endah mampu menghasilkan 11,8  ton bawang merah basah. Bupati juga berharap dengan adanya penanaman bawang merah di 20 Kecamatan di OKU Timur ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Bumi Sebiduk Sehaluan.

 

“2016 yang lalu pemerintah sudah melakukan gerakan pertanian modern, empat tahun berjalan, alhamdulillah sudah kelihatan hasilnya, alhamdulillah perjuangan selama ini sudah membuahkan hasil dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

 

Kemudian OKU Timur juga akan siap bersaing sebagai pemasok bawang merah, salah satunya dengan Kabupaten Brebes, karena di OKU Timur tanam bawang di musim kemarau masih menghasilkan bawang yang bagus. Selain itu bawang merah dapat bepergaruh terhadap inflasi di Indonesia.

 

“Maka OKU Timur akan mengembalikan komoditi yang berpotensi menyebabkan inflasi, salah satunya tanam Bawang Merah di Bumi Sebiduk Sehaluan ini,” kata Kholid.

 

Menurut Kholid membutuhkan Rp80 juta modal dalam satu hektar, kemudian umur 60 hari sudah bisa dipanen.

Namun, bertani bawang ini lumayan sulit, karena banyak hama yang menyerang. Kemudian untuk modal, pemerintah akan bekerja sama dengan pihak bank.  “Untuk modal pemerintah bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel dan dinas koperasi. Karena OKU Timur membutuhkan modal jangaka pendek, jadi kalau bisa petani yang pinjam uang di bank bayar pas panen, bukan tiap bulan,” jelasnya.

 

Kholid juga siap mendukung program penanaman bawang merah ini, salah satunya akan melakukan identifikasi di daerah yang cocok untuk ditanam bawang merah. Dengan demikian akan dianggarkan alokasi bibitnya oleh pemerintah daerah.

 

“Hal ini ditujukan agar OKU Timur kedepan mampu menghasilkan dan pemasok bawang merah di skala Nasional,” pungkasnya.

 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Sujarwanto mengatakan, berdasarkan hasil ubinan di lokasi lain dengan ukuran 2,5 meter x  2,5 meter menghasilkan 10 kg bawang merah basah, jadi kalau dikonversikan dalam satu hektar mampu menhasilkan 17,4 ton bawang merah basah.

 

“Tentu dengan hasil yang sedemikian rupa, kita siap mengembangkan budidaya bawang merah ini di OKU Timur, karena di Brebes saja dalam satu hektar hanya mampu menghasilkan 9,34 ton di musim kemarau ini, sedangkan di OKU Timur mampu menhasilkan di kisaran 11 ton sampai 17 ton per hektarnya. Tentu dalam hal ini OKU Timur sudah mampu bersaing dengan kota lain penghasil bawang merah,” jelasnya.

 

Dinas pertanian juga siap mendukung program pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pertanian bawang merah ini, namun saat ini pihaknya masih mencari lokasi yang cocok untuk ditanami bawang merah tersebut.

 

“Saat ini kita masih terus melakukan pengujian penanaman bawang merah di di 20 kecamatan di OKU Timur, jadi setelah kita tahu lokasi yang pas, maka akan diperluas lagi penanaman bawang merah ini,” jelasnya. (dira)

Berita Lainya