oleh

Meivo Terima Penghargaan Founder Pemuda Peduli Api

FOTO : IST

PENGHARGAAN : Meivo Putra Tubanoku, pemuda asal OKU Timur mendapatkan penghargaan sebagai Founder atau pendiri Relawan Pemuda Peduli Api Sumsel.

 

**Diserahkan Langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam Peringatan Sumpah Pemuda

 

BELITANG – Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Meivo Putra Tubanoku. Pemuda asal Kabupaten OKU Timur ini mendapatkan penghargaan sebagai Founder atau pendiri Relawan Pemuda Peduli Api di wilayah Sumatera Selatan. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru dihari sumpah pemuda, Senin (28/10/2019) di Palembang.
Tentunya, ini dapat menjadi contoh bagi para pemuda yang lain untuk terus berkarya untuk kemajuan Sumatera Selatan. Sebelumnya mahasiswa sebagai relawan yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Api, secara maksimal memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik di Sumatera Selatan.

Aksi para relawan yang digagas HMI dan diketuai oleh Meivo Putra Tubanoku saat wawancara usai menerima penghargaan dari Gubernur mengatakan, dirinya mengucapkan terimakasih kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan yang telah memberikan penghargaan kepada dirinya dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Api. Relawan Pemuda Peduli Api ini diikuti oleh mahasiswa yang ada di Palembang.

“Ini suatu hal yang kongkrit yang bisa kami lakukan sebagai pemuda dan mahasiswa bahwasannya kita tidak boleh hanya mengeritik tetapi kita harus memberikan solusi kongkrit” kata Meivo yang juga merupakan Anggota Carateker KNPI Sumsel tersebut.

Selaku pemuda dan mahasiswa maka perlu berpartisipasi dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di provinsi Sumsel sehingga pihaknya turun langsung. Menurut dia, apa yang diperbuat ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan pemuda itu bukan hanya sekedar mengkritik saja tapi harus ikut memberikan solusi yang tepat dan bentuk nyata.

“Oleh karena itu saya bersama teman-teman mahasiswa bukan saja memberikan solusi tetapi juga turut serta berpartisipasi memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel,” terang mahasiswa Fakultas Hukum Unsri.

Kemudian Meivo juga mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtuanya, karena telah memberikan dukungan dan kebebasan kepada dirinya didalam melakukan hal yang positif tentunya baik di kampus atau diluar kegiatan kampus.

“Jadi kepercayaan dan kebebasan yang diberikan orang tua kepada saya, tidak akan saya sia-siakan dan akan digunakan dalam hal yang positif, seperti halnya aktif di kegiatan keorganisasian intra dan ekstra kampus,” jelas pemuda OKU Timur ini.

Sementara Joko Supriyanto selaku orang tua dari Meivo mengatakan, dirinya memang memberikan kebebasan kepada anaknya tersebut didalam melakukan tindakan, selama masih dalam hal yang positif. Dirinya bangga kepada anaknya tersebut, karena mendapatkan penghargaan sebagai Founder peduli api, namun rasa bangga tersebut diharapkan tidak membuat anaknya sombong.

“Saya berikan kebebasan kepada Meivo dalam melakukan aktivitasnya, selama masih diranah yang positif. Kemudian tasa bangga saya ini diharapkan tidak membuat anak saya sombong, karena apa yang dilakukannya tersebut belum apa-apa, saya juga akan terus mendukung kegiatan anak saya selama itu positif,” pungkasnya.(dira)

Berita Lainya