by

Kesawah Dulu Sebelum Berangkat ke Australia

“Siapa sangka seorang guru pelosok desa mampu mengukir prestasi hingga membawanya harus terbang ke negeri kanguru mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Dia adalah Andi Wibowo, S Pd salah satu guru SD Negeri Jamban Bungur, Desa Riang Bandung Ilir, Kecamatan Madang Suku II yang mewakili Provinsi Sumatera Selatan bersama 25 guru SD dan SMP se-Indonesia”

INDRA SAPUTRA – OKU TIMUR POS

BERBAGAI prestasi yang diukir Andi Wibowo bukan suatu kebetulan. Jika melihat sepak terjangnya tidak heran pria kelahiran 15 Mei 1984 sudah banyak menorehkan prestasi dibidang pendidikan baik baik di tingkat Kabupaten, Provinsi hingga ke nasional.
Pria yang sehari-hari mengajar di SD Negeri Jamban Bungur, Kecamatan Madang Suku II ini mampu membawa harum nama Kabupaten OKU Timur mewakili Provinsi Sumatera Selatan bersama 25 Guru SD dan SMP se-Indonesia untuk melanjutkan pendidikan atau pelatihan guru ke Australia secara gratis.
“Alhamdulillah saya tidak hanya mewakili OKU Timur dan Sumsel saja. Tetapi saja juga terpilih mewakili Indonesia dari 25 guru SD dan SMP untuk mendapatkan kesempatan belajar ke Australia,” ujar Andi.
Dirinya menceritakan, selain menjadi seorang guru kelas IV di SD Negeri Jamban Bungur sejak 1 Januari 2010 lalu. Dirinya juga beraktifitas sebagai petani dan berkebun disawah untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Meski, selain berprofesi sebagai guru. Andi juga sepulang dari mengajar harus kerap turun kesawah maupun kekebun untuk menambah penghasilan keluarganya. Namun hal itu ternyata tidak menghalanginya tetap berprestasi.
Terbukti beberapa prestasi banyak yang sudah diraihnya sebagai guru diantaranya, sebagai Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten Tahun 2017, Juara 1 Guru Berprestasi Tingkat Kabupaten dan Provinsi Tahun 2018, Finalis Lomba Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018, Instruktur Nasional Guru Pembelajar dari Tahun 2016 hingga sekarang serta, Duta Guru SD melaksanakan pendidikan di Australia tahun 2019.
“Sesuai dengan jadwal yang diterima, 26 Februari nanti saya berangkat dari OKU Timur menuju Jakarta. Dan pada 28 Februari saya dan 25 peserta lainnya dilepas oleh Presiden RI langsung berangkat ke Australia. Sedangkan untuk pelaksanaannya dimulai dari 3 Maret hingga 23 Maret 2019 bertempat di Queensland University, Australia dengan beberapa agenda acara diantaranya Scince, Technology, Engineering, and math (STEM) dan HOTS,” ungkapnya.
Selanjutnya kata dia, pada 24 hingga 27 Maret 2019 sudah pesiapan pasca keberangkatan kembali ke tanah air. “Semoga nanti saya tetap amanah dan tawaduk dalam mengemban tugas serta menjadi abdi negara dan abdi masyarakat. Dimana semuanya tentu tidak lepas dari doa ibu, doa keluarga dan doa dari semua pihak,” jelasnya.
Perasaan senang dan bahagia diselimuti rasa haru, tampak terlihat di wajah Andi saat Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Bupati OKU Timur HM Kholid MD bersama Kadisdikbud OKU Timur Drs M Ali saat melepas keberangkatannya ke Australia yang bertempat di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati OKU Timur. Bahkan saat dibincangi via seluler, H-1 sebelum keberangkatan ke negara kanguru. Andi masih menyempatkan turun kesawah untuk memberi pestisida tanaman padi yang dirawatnya.
“Meskipun awalnya saya tidak percaya, namun yang jelas saya sangat bahagia dan senang yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang telah diberikan kepada saya dan keluarga. Kesempatan ini merupakan rizki yang tak ternilai harganya. Kadang saya tidak percaya atas prestasi ini, karena saya hanyalah seorang anak petani biasa dan hanyalah seorang guru SD yang berada di pelosok desa. Tetapi, berkat kerja keras dan kesungguhan dalam mencerdaskan anak bangsa serta didasari dengan keiklasan dalam menjalankan tugas dan atas izin Allah SWT saya dapat bersama sama dengan 25 saudara setanah air untuk melaksanakn pendidikan di Negara Australia. Sungguh berkah yang luar biasa,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, dirinya mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Gubernur Sumsel, Bupati OKU Timur serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur dan jajarannya atas support yang telah diberikan. Terlebih, kepada kepala sekolah dan rekan-rekan guru SD Negeri Jamban Bungur. Dimana mereka telah banyak membantu baik formil maupun materil serta selalu memberikan dukungan dan motivasi sehingga tetap semangat untuk terus berkarya.
“Prestasi ini terkhusus saya persembahkan untuk kedua orang tua, istri dan keluarga besar. Dimana berkat doa mereka Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran setiap urusan yang saya lakukan. Selain itu, saya juga percaya bahwa didunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Berdoa dan berusaha dengan sungguh sungguh serta didasari dengan rasa iklas itulah kunci keberhasilan saya,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur Drs M Ali, MM menambahkan, dirinya sangat mengapresiasi atas prestasi yang telah berhasil dicapai salah satu guru di Bumi Sebiduk Sehaluan. Dimana hal ini tentu tidak terlepas adanya campur tangan dari Pemerintah Kabupaten OKU Timur yang bertekad mewujudkan program pendidikan merata dan berkualitas. Terbukti, dari sebanyak ribuan guru yang ada di 17 kabupaten/kota se-Sumsel guru asal Kabupaten OKU Timur berhasil menjadi satu-satunya guru SD yang mendapatkan beasiswa pendidikan guru hingga ke luar negeri.
Hal ini membuktikan, lanjut Ali bahwa kualitas guru yang ada di Kabupaten OKU Timur sudah cukup baik dan tidak kalah dengan kualitas guru diluar Kabupaten/kota se-Indonesia. Selain itu, dirinya berharap adanya prestasi yang telah dicapai salah satu guru tersebut bisa menjadi motivasi guru yang lain, untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam melakukan inovasi untuk kemajuan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten OKU Timur.
“Ucapan selamat kepada guru yang berangkat ke Australia, semoga dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Semoga ilmu yang didapat melalui pelatihan ini bisa diaplikasikan dan diterapkan disekolah, sehingga kedepan diharapkan pendidikan di Kabupaten OKU Timur dapat lebih baik dari saat ini. Untuk guru lainnya juga kita harapkan dapat mencontoh jejak Andi sehingga proses pendidikan kita lebih mempunyai daya saing terhadap daerah lain,” harap Ali. (*).

Berita Lainya