oleh

Keponakan Dihamili Pamannya Sendiri

FOTO : CLAUDEO/OKUTPOS
AMANKAN : Tersangka saat diamankan di Mapolsek Cempaka.

CEMPAKA – Sungguh keterlaluan Paman berinisial RA (68), warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cempaka tega menghamili keponakannya sendiri sebut saja Melati (15) bukan nama sebenarnya, warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cempaka hingga mengandung enam bulan.

Akibat perbuatanya, tersangka kini harus berususan dengan pihak kepolisian Polsek Cempaka dengan berdasarkan Laporan Polisi dengan LP-B/06/VII/2019/Sumsel/ OkuT/sek.Cempaka tanggal 09 Juli 2019.

Menurut kepolisian, kejadian tersebut terjadi Rabu (26/6) sekiar pukul 20.00 WIB. Dimana Saksi AS (24), dan KH (55), curiga dengan perubahan fisik tubuh korban. Guna memastikan hal tersebut saksi mengajak korban periksa di Bidan setempat dan terbukti korban telah hamil dengan usia kandungan memasuki 6 bulan.

“Korban mengakui bahwa yang telah menghamilinya pamannya sendiri sejak bulan Desember 2018 dirumah tersangka. Sebelum menyetubuhi korban, tersangka lebih dulu menyekap mulut korban dan memaksa korban untuk berhubungan layaknya suami istri,” kata Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH Sik melalui Kapolsek Cempaka IPTU Sumartono, Kamis (11/7).

Bahkan tersangka menyetubuhi korban dilakukan lebih dari dua kali dan terakhir korban disetubuhi tersangka Juni 2019. Setelah kejadian itu saksi bersama korban melaporkan ke Polsek Cempaka untuk ditindak lanjuti.

Menerima laporan tersebut Kapolsek Cempaka memerintah Kanit Reskrim dan anggota Opsnal untuk menindak lanjuti laporan tersebut, karena belum ditemukan bukti permulaan yang cukup kemudian untuk menghindari hal yang tidak di inginkan tersangka sementara diamankan terlebih dahulu di Polsek Cempaka.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi serta pemerikssan oleh medis di Puskesmas Cempaka lalu dihubungkan dengan barang bukti, ditemukan bukti permulaan yang cukup bahwa benar tersangka yang telah melakukan perbuatan menyetubuhi anak dibawah umur lalu dilakukan penangkapan tersangka di kediamanya dan dilakukan proses lebih lanjut.

“Tersangka awalnya tidak mengakui, setelah di pertemukan dengan korban baru mengakui. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 UU RI nomor . 35 Tahun 2004, tentang perubahan atas undang–undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (clau)

Berita Lainya