oleh

Inseminasi Sapi Terbanyak, OKU Timur Raih Rekor Muri

BP PELIUNG – Kabupaten OKU Timur untuk yang ke tiga kalinya mendapatkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) atas prestasinya melakukan inseminasi buatan terhadap 1673 ekor sapi (inseminasi sapi terbanyak). Rekor muri diberikan langsung Awam Raharjo petugas Muri dan Triyono yang merupakan Meneger dari Musiem Rekor Indonesia. Penyerahan tersebut dilaksanakan di Desa Bandar Jaya, Kecamatan BP Peliuang, Rabu (30/10).

Plakat dan piagam diberikan kepada Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan OKU Timur Ir Tubagus Sunarseno. Selain itu juga Bupati OKU Timur mendapatkan penghargaan dari Paravelindo atas program paramedik veteriner dan inseminasi ternak.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten OKU Timur Ir H Kanjeng Tubagus Sunarseno MSi mengatakan, kegiatan rekor muri ini bukan untuk gaya gayaan tetapi ini salah satu bentuk penghargaan atas gerakan insaminasi ternak untuk mewujudkan swasembada ternak khususnya sapi di OKU Timur.

“Selain pemecahan rekor Muri atas inseminasi sapi terbanyak juga hari ini dilakukan gerakan singkonisasi estrus dan pencanangan gerakan pembersihan kandang ternak yang dilakukan di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU Timur,” katanya.

Sementara, Muslimin Kabid Distrobutor dan Cadangan Pangan Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatra Selatan menyambut baik kegiatan rekor Muri Ini. “Kebutuhan akan Daging di sumatra selatan cukup banyak, sehingga di butuhkan juga ternak ternak yang sehat dan berkualitas, dan di harapkan dari OKU Timur,” ujarnya.

Terpisah, Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan Kabupaten OKU Timur saat ini memiliki hampir 70 ribu ternak sapi yang siap di jual ke pasaran. Kabupaten OKU Timur siap suplai kabupaten Kota lainnya yang membutuhkan ternak sapi.

“Tentunya ternak sapi yang saat ini ada tidak mudah prosesnya, para peternak melakukan study ke lampung dan hasilnya sedemikian banyak, selain itu juga di tunjang faktor keamanan daerah sehingga masyarakat bergerak memelihara sapi kembali seperti kejayaannya di tahun 90,” kata Bupati.

Kholid juga menyampaikan, saat ini Pemerintah Kabupaten akan terus meningkatkan para pengiat insaminator ternak dengan mendatangkan instruktur dari luar sehingga nantinya para insaminator mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru.

“Saat ini kita masih terkendala pemasaran, di harapkan nantinya ada bantuan dari pemerintah provinsi untuk membuat atau membuka pasar ternak moderen, sehingga ternak ternak terutama dari OKU Timur bisa di jual. Usai meresmikan gerakan singkronisasi estrus serta pencanangan gerakan pembersihan dan penyemprotan kandang serta kontes ternak 2019, bupati melakukan peninjauan kandang ternak dan inseminasi,”katnya.

Selain itu sambungnya, didalam hal populasi sapi potong di Provinsi Sumatera Selatan Kabupaten OKU Timur merupakan penyumbang terbesar sebanyak 23.41 % atau 68.995 ekor, dari jumlah total populasi sapi di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 sebanyak 294.714 ekor dimana trend perkembangan peningkatan populasi sapi di Kabupaten OKU Timur dari Tahun ke Tahun mengalami peningkatan yang signifikan.

“Jadi kegiatan ini juga meruapakan salah satu cara mengurangi tingkat kemiskinan, salah satunya lewat pengembangan sapi potong. Jadi memang sangat cocok untuk pengembangan sapi potong. Kita patut berbangga dan bersyukur karena di Bumi Sebiduk Sehaluan mempunyai potensi yang luar biasa untuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis pengembangan sapi,” jelas Bupati. (inz).

Berita Lainya