oleh

Injury Time, Dahlan Iskan Pilih Prabowo

KAMPANYE – Dari kiri, Sudirman Said, Prabowo Subianto, Fadli Zon, Dahlan Iskan dan Rizal Ramli, saat hadir dalam kampanye akbar “Indonesia Menang” Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jatim, Jumat (12/4) (FOTO FIN)
SURABAYA– Kampanye akbar “Indonesia Menang” menampilkan sejumlah tokoh pendukung Calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Yang menarik, kemunculan Dahlan Iskan dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam barisan pendukung pada kampanye akbar yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jatim, Jumat (12/4).
Dalam kampanye yang disiarkan secara langsung oleh TV One tersebut, Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan duduk di barisan depan bersama tokoh-tokoh lainnya seperti Rizal Ramli dan Fadli Zon.

Dukungan Dahlan Iskan terhadap Prabowo-Sandi juga diungkapkan dalam pidato kebangsaan Prabowo Subianto. Awalnya, Dahlan menuturkan bahwa pada lima tahun yang lalu ia pernah mendeklarasikan dukungan Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014.

Namun, pada pilpres kali ini ia mengalihkan dukungan ke Prabowo Subianto “Hari ini (Kemarin, red) saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo,” ujar Dahlan. Dahlan menambahkan, lima tahun yang lalu dirinya menganggap calon presiden Jokowi memiliki program yang dinilai mampu menciptakan perubahan, yakni revolusi mental.

Selain itu, kata Dahlan, Jokowi juga berjanji akan menaikkan pendapatan per kapita masyarakat. Namun, Dahlan menilai, janji-janji Jokowi tidak terwujud selama periode pertama pemerintahannya. “Tapi itu tidak terlaksana karena itu hari ini saya menjatuhkan pilihan ke Prabowo,” terang Abah-sapaan akrab mantan Menteri BUMN di era SBY itu.

Seperti diketahui, Dahlan Iskan merupakan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diangkat pada 17 Oktober 2011 menggantikan Mustafa Abubakar. Sebelumnya, Dahlan merupakan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak 23 Desember 2009.

Selain itu, pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini juga pernah menjadi CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group yang bermarkas di Surabaya. Posisinya tersebut kemudian digantikan oleh putranya, Azrul Ananda.(fin/end)

Berita Lainya