oleh

BPK dan PWI Sumsel Siap Edukasi Media

foto ist

Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar (kiri) dan Kepala BPK Perwakilan Sumsel,  Pemut Aryo Wibowo.

 

 

PALEMBANG-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel bersinergi dalam melakukan edukasi terhadap wartawan dan media di Sumsel.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sumsel Pemut Aryo Wibowo, S.E.,M.Si.Ak, ketika pertemuan silaturahim dengan Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar, Selasa (29/10) di kantor BPK Perwakilan Sumsel.

Aryo menyampaikan sedang mempersiapkan ruang khusus dijadikan pusat informasi dan komunikasi BPK Perwakilan Sumsel. Aryo juga mengajak untuk memgedukasi berkaitan dengan peningkatan pengetahuan dan skill wartawan terutama pemahaman mengenai kinerja BPK. “Misalnya pemahaman terhadap opini yang biasa dikeluarkan oleh BPK,” ujar Aryo.

Di ruang PIK BPK Sumsel juga akan didesain dengan pendirian perpustakaan dan tempat pertemuan bagi publik yang ingin konsultasi ke BPK.
Aryo berjanji saat launching akan dilakukan diskusi santai dengan PWI Sumsel. Aryo juga mengingatkan terkait dengan keuangan seharusnya memenuhi standar dan aturan yang berlaku . Aryo meminta kerja sama PWI ini membuka cakrawala bagi wartawan dan media.

Mantan Ketua BPK Sumbar ini mengharapkan agar PWI bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk membantu diskus yang digelar PWI, bahkan Aryo meminta untuk membantu karyawan BPK dalam kaitan skill menulis untuk media internal di BPK.
Sementara itu Firdaus mengaku berterima kasih atas support dari BPK dan ke depan akan terus digelar pola diskusi yang selama ini dilaksanakan oleh PWI Sumsel.

Firdaus akan memanfaatkan PIK BPK ini dengan bersinergi dan saling memberikan benefit antara kedua belah pihak. Bahkan PWI diajak meninjau ruang yang akan dimanfaatkan untuk pusat informasi dan komunikasi. Aryo minta PWI dapat bekerja sama dengan BPK dan minta PWI juga sama sama mengedukasi media dalam kaitan dengan pemahaman terhadap soal teknis persoalan BPK. (rel/fk)

Berita Lainya