by

21.536 KPM Terima Dana PKH Tahap Satu

banner 970x250

MARTAPURA- Sebanyak 21.536 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten OKU Timur menerima bantuan sosial (Bansos) non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap satu tahun 2019. Penyaluran tersebut dipantau langsung Dinas Sosial OKU Timur yang dilakukan dilakukan secara bergantian di 20 kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Kepala Dinas Sosial OKU Timur Juwairiyah, SE, MM melalui Derga Karenza, SP, MM selaku Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial sekaligus Ketua PPKH OKU Timur mengatakan, penyaluran dana PKH dilakukan secara bergantian, dimana satu hari ada tiga kecamatan yang disalurkan hingga selesai seluruh kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Selain itu, lanjut Derga jumlah bantuan yang diterima KPM tahun ini mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu. Dimana pada tahun sebelumnya jumlah bantuan yang diterima KPM hanya sebesar Rp1.890.000 per tahun untuk satu keluarga dan proses penyaluran dibagi empat tahap. Sedangkan tahun ini berubah menjadi tiga komponen diantaranya pendidikan, kesehatan dan sosial.
“Dari 3 komponen bantuan yang diberikan kepada KPM mempunyai turunan lagi. Dimana untuk komponen pendidikan yang dibantu anak SD Rp 900.000 per tahun, SMP Rp 1.500.000 dan SMA Rp 2.000.000. Sedangkan komponen sosial disabillitas Rp 2.400.000 per tahun dan lansia Rp 2.400.000 per tahun. Selanjutnya komponen kesehatan yang meliputi ibu hamil sebesar Rp 2.400.000 per tahun dan balita Rp 2.400.000 per tahunnya,” jelasnya.
Lalu lanjutnya, untuk seluruh komponen khusus penyaluran ditahap satu penerima KPM ditambah bantuan plet tahap pertama sebesar Rp 550.000 per tahun. “Saat ini juga per keluarga berhak menerima empat bantuan dari turunan komponen. Contohnya jika ada KPM yang satu keluarga mempunyai dua anak sekolah SD dan SMP serta disabillitas maka keluarga tersebut berhak menerima dana bantuan sebesar dari tiga komponen tersebut,” terangnya.
Derga menambahkan, untuk mengawasi agar penyaluran sesuai dengan prosedur yang ada, pihak Dinas Sosial OKU Timur juga saat ini telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak kepolisian. Dimana hal ini bertujuan agar menimimalisir adanya kecurangan saat penyaluran serta untuk membantu pihak keluarga KPM agar tidak ada yang emosi saat menerima dana PKH karena ada perubahan data yang diterima oleh pihaknya.
“Semoga dengan kerja sama dengan pihak kepolisian ini dapat menyadarkan KPM dalam menyikapi apabila terdapat perubahan data yang diterima oleh Dinsos. Selain itu, saya berharap supaya bantuan ini dapat berguna bagi masyarakat. Serta kami berharap supaya bantuan ini digunakan untuk kebutuhan seperti kebutuhan sekolah, kebutuhan makan dan tidak digunakan untuk membeli rokok serta tidak dibelikan peralatan hias,” pungkasnya.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah mendata jumlah keluarga yang tidak mampu karena data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi pihaknya hanya menyalurkan Bansos sesuai dengan data yang ada dari Kemensos.
“Dinsos tidak melakukan pendataan, karena data keluarga tidak mampu ini diperoleh dari BPS. Dinsos tugasnya hanya menyalurkan bantuan dan pendampingan terhadap keluarga yang tidak mampu,” ujarnya.
Sementara, Yudi Kepala Bansos PKH Cabang Mandiri Belitang menambahkan, saat ini pihak Bank Mandiri telah menyalurkan Bansos PKH lebih dari 20.000 KPM di seluruh OKU Timur. Dimana transaksi melalui bank tersebut merupakan bentuk fasilitas bagi KPM untuk mempermudah KPM dalam menarik Dana bantuan melalui ATM. Selain itu, penyaluran juga dilakukan di kantor Cabang Bank Mandiri dan agen-agen Bank Mandiri yang sudah disebar ke desa-desa di wilayah OKU Timur.
“Untuk kedepannya kita akan lebih meningkatkan pelayanan agar transaksi ini dapat menjadi lebih baik lagi. Ini adalah salah satu perwujudan Bank Mandiri sebagai Bank BUMN hadir untuk Negeri dalam memudahkan transaksi bagi masyarakat,” jelasnya.(inz).

Berita Lainya